Next
Previous
Showing posts with label Dalam Negeri. Show all posts

Saturday, December 12, 2009

1

Catatan tentang film ‘2012’

Posted in , ,
Oleh Ulil Abshar Abdalla

Dalam Quran sendiri kita jumpai banyak visualisasi yang memikat tentang hari kiamat. Salah satu penggambaran hari kiamat yang agak-agak mendekati film Emmerich ini ada dalam Surah al-Takwir (Surah no. 81). Ayat ketiga dalam Surah itu berbunyi “wa idza ‘l-jibalu suyyirat”, ketika gunung berjalan. Dalam film Emmerich itu, digambarkan suatu proses dislokasi geologis yang dahsyat sehingga lanskap bumi berubah total. Gunung-gunung pindah lokasi, dan peta dunia seperti disusun kembali.
1

Radikalisme Islam Menyusup ke SMU **

Posted in , ,
Ditulis oleh Komaruddin Hidayat*   
Jumat, 23 Oktober 2009 09:24



BEBERAPA hasil penelitian menemukan fakta lapangan bahwa gerakan dan jaringan radikalisme Islam telah lama menyusup ke sekolah umum, yaitu SMU.
Siswa-siswi yang masih sangat awam soal pemahaman agama dan secara psikologis tengah mencari identitas diri ini menjadi lahan yang diincar oleh pendukung ideologi radikalisme. Targetnya bahkan menguasai organisasi-organisasi siswa intra sekolah (OSIS), paling tidak bagian rohani Islam (rohis).
0

Memperkuat Demokrasi Lokal

Posted in , ,
Oleh: Syaiful Bari
Setelah Soeharto lengser dari kursi kekuasaannya pada tanggal 21 Mei 1998, Indonesia memasuki era reformasi, di mana kekuatan masyarakat (civil society) kian menguat, dan otonomi daerah serta hubungan pusat-daerah menjadi agenda demokratisasi.
0

POLITISI KETOK MAGIC

Posted in ,

Ditulis oleh Komaruddin Hidayat*
Jumat, 11 Desember 2009 11:45

DI Jakarta dan sekitarnya pernah bermunculan bengkel mobil dengan papan nama: ketok magic.Biasanya ruang praktiknya tertutup, tidak menunjukkan bengkel yang bekerja secara transparan dan profesional.
Katanya, bengkel ketok magic ini bisa memperbaiki mobil yang penyok sehabis tertabrak atau menabrak, diselesaikan dalam waktu cepat,dengan menggunakan tenaga dalam yang pemilik mobil tidak boleh melihat prosesnya. Bengkel ini pernah menjamur, tetapi lama-lama berguguran karena tidak mampu menunjukkan bukti hasil sebagaimana yang diiklankan. Anehnya banyak pemilik mobil tertarik mencobanya karena tak ada salahnya mencoba. Lebih dari itu masyarakat kita memang senang terhadap hal-hal magicyang sulit dicerna nalar sehat.

Sunday, December 6, 2009

0

Parpol Islam dan “Khittah” Reformasi

Posted in ,
Oleh Nadirsyah Hosen*

Setelah gagalnya perjuangan parpol Islam memasukkan tujuh kata dalam proses reformasi konstitusi, timbul pertanyaan: apa agenda parpol Islam selanjutnya? Parpol Islam perlu menyadari bahwa semua agenda reformasi yang diteriakkan gerakan mahasiswa pada Mei 1998 -seperti pemberantasam korupsi, penegakan HAM, dan peningkatan kesejahteraan rakyat- tidak ada satupun yang bertentangan dengan ajaran Islam. Tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa mereka harus kembali ke “khittah” reformasi tersebut.
0

Mengkaji Ulang NKRI

Posted in , , , ,
Oleh: Sutoro Eko*

WACANA tentang federalisme hampir hilang dari permukaan. Tetapi wacana tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak pernah hilang dalam kancah perdebatan tentang negara-bangsa Indonesia dan otonomi daerah.
Melalui revisi UU No 22/1999 yang disiapkan Depdagri, pemerintah berupaya kembali memperteguh NKRI sebagai kerangka institusional (yang tidak bisa ditawar) bagi otonomi daerah. Berpijak pada tafsir UUD 1945, pendukung NKRI menegaskan, konsepsi otonomi daerah di Indonesia mengandung nilai unitaris dan nilai desentralisasi teritorial. Nilai unitaris diwujudkan dalam pandangan, Indonesia tidak akan mempunyai kesatuan pemerintah lain di dalamnya yang bersifat "negara". Kesatuan pemerintah daerah merupakan hasil pembentukan pemerintah, bahkan dapat dihapus pemerintah lewat proses hukum. Desentralisasi dimanifestasikan dalam bentuk penyerahan atau pengakuan atas "urusan" pemerintahan, khususnya yang terkait kepentingan masyarakat setempat. Kebijakan desentralisasi dilakukan pemerintah, sedangkan penyelenggaraan otonomi daerah dilaksanakan pemerintah daerah.
0

Pilkada dan Demokrasi Kapitalistik

Posted in , ,
OLEH: H.M. RUSLI ZAINAL, SE., MP

Juni 2005 menjadi hari yang bersejarah bagi Indonesia, pasalnya Indonesia  telah menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah secara langsung (pilkadal). Artinya rakyat langsung memilih calon kepala daerahnya tanpa perwakilan dari anggota legislatif lagi. Banyak opini muncul seputar pelaksanan pilkada ini baik itu menyangkut perangkat hard ware maupun soft ware.
0

Demokrasi, Supremasi Sipil, dan Tentara

Posted in , ,
Oleh: Juwono Sudarsono*

Wacana tentang demokrasi, supremasi sipil, dan peran tentara amat diwarnai pemikiran negara-negara Barat yang menang pada Perang Dunia II (1939-1945) di Eropa dan Asia.
Prinsip umum demokrasi menurut negara Barat adalah:
Pertama, tentara tunduk kepada kewenangan sipil yang dipilih melalui sistem kepartaian dalam pemilihan umum yang bebas dan rahasia;
Kedua, tentara adalah alat negara yang melaksanakan pertahanan dan keamanan dengan mengutamakan pertahanan luar. Ketertiban dan keamanan dalam negeri terutama urusan polisi, jaksa, pengadilan, dan badan sipil lain yang memelihara keamanan dan ketertiban umum;
0

Tantangan Demokrasi di Dunia Muslim

Posted in , ,
Pendahuluan
Dewasa ini, perbincangan tentang demokrasi di Dunia Muslim seakan-akan tidak pernah surut seiring dengan perkembangan zaman, kendatipun perbincangan tersebut sudah ada sejak awal di era modern. Apakah demokrasi itu sendiri bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam dan Dunia Muslim? Pertanyaan tersebut tidak dapat dijawab tanpa didiskusikan lebih dalam. Atau paling tidak, pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan cara mengkaji kembali aspek historis Islam dari zaman klasik hingga saat ini.
0

Islam Menakar Demokrasi**

Posted in , ,
print this page
Oleh: A. Bakir Ihsan*

Demokrasi tampaknya semakin bersemi. Paling tidak dari wacana yang terus bergulir menunjukkan urgensi demokrasi, termasuk di negara-negara muslim yang tandus demokrasi. Hal ini bisa dilihat dari intensitas penyelenggaraan Doha Forum on Democracy yang diselenggarakan setiap bulan April di Qatar. Tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-8 dengan melibatkan ratusan partisipan dari berbagai negara dan profesi. Intensitas wacana demokrasi di negara Timur Tengah ini menunjukkan urgensi sekaligus problem demokrasi, khususnya di negara-negara muslim.

YOUR MESSAGE....